Bandar Lampung – WN-(SMSI)-Pihak keluarga dari ketiga tersangka, melakukan klarifikasi terkait pengeroyokan yang terjadi terhadap Perawat di Puskesmas Kedaton, Kota Bandarlampung

Dalam hal ini Ibunda AW menjelaskan perihal kejadian pada malam itu

“Assalamualaikum, saya adalah ibu kandung dari AW yang saat ini sudah ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian. Saya bercerita ini Demi Allah, saya tidak bohong, saya yang menyuruh anak saya tengah malem tanggal 5 juli jam 2 malem, ayahnya membutuhkan oksigen. Saya telpon AW, cari isi tabung oksigen, rupanya dia dateng sama NP, dan sama DD, bertiga itulah berangkat,” ungkap Mix Yuliana kepada awak media, Selasa, (3/8/2021)

Lebih lanjut ia menceritakan, mereka bertiga ini memang mencari oksigen untuk keperluan ayah dari AW itu sendiri

“Trus si AW ini saya telpon lagi, AW bilang gak dapet mah. Saya gak tau ada masalah, saya tau setelah siang, karena saya fokus ngurusin suami saya, dan tanggal 9 juli itu sang ayah meninggal dunia,” tuturnya lirih

Sementara itu, saat ditanya adakah dari pihak keluarga untuk menemui pihak keluarga Rendi. Paman AW menjelaskan, bahwa pihak keluarga bersama Ustadz Asep telah menemui dari keluarga Rendi

“Kami sudah berupaya bersama ustad asep kemarin, untuk meminta maaf kepada keluarga Rendi,” ucap Paman AW, H. Muhammad Belly (58)

Selanjutnya Ustadz Asep menjelaskan perihal itikad baik dari keluarga untuk bisa menyelesaikan kasus ini dengan cara kekeluargaan

“Saya melihat sendiri kondisi ayah AW saat itu udah bener-bener darurat, saya tau kejadian di Puskesmas Kedaton itu, setelah 7 hari wafatnya ayah AW. Lalu saya telpon lah kakak dari ayah korban yaitu pak muluk. Disini saya telpon beliau bermaksud untuk islah, meminta maaf, kita kekeluargaan gimana bagusnya, sampai akhirnya kami bisa ke rumah korban. Dan keluarga korban pun alhamdulillah sudah memafkan, tapi keluarga korban ingin proses hukum tetap berjalan,” jelas Asep

Ia pun meluruskan apa yang terjadi sebenarnya

“Bukan sesuatu kejadian yang direncanakan, sesuatu yang memang mungkin khilaf. Anak yang sedang panik melihat kondisi ayahnya yang membutuhkan oksigen, bertemu dengan seorang nakes yang sedang kecapean di malam itu, mungkin beliau juga sedang piket malam. Marilah kita bersama berdamai, dan semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semuanya,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here