WartaNews.Net.Lampung Tengah-Calon bupati dan wakil bupati kabupaten Lampung Tengah Nessy Kalviya dan KH Imam Suhadi berjanji melanjutkan program pemberian insentif bagi guru ngaji. Hal tersebut disampaikan Nessy Kalviya saat bertemu dengan para guru ngaji di Kampung Dono Arum, Kecamatan Seputih Agung, Jumat (23/10).

Pekerjaan guru ngaji sangatlah mulia. Guru ngaji tidak dapat dibalas dengan uang. Karena telah mengajari anak-anak untuk berbuat baik dan jujur untuk membuka pintu surga bagi kedua orang tuanya.

“Jasa guru ngaji tidak bisa dibalas dengan uang tidak bisa dihitung, karena yg diajari seorang anak yang membuka pintu surga untuk orang tua,” ujar calon bupati Kabupaten Lampung Tengah nomor urut tiga.

Hal inilah yang membuat Mustafa saat menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah memberikan insentif pada guru ngaji. Insentif diberikan sebagai bentuk penghargaan atas jasa guru-guru ngaji.

“Oleh karenanya, waktu itu Pak Mustafa berupaya untuk memberikan penghargaan kepada guru ngaji. Doakan saya untuk dapat melanjutkan program pak mustafa terutama kepada guru ngaji dan bantuan-bantuan ke pesantren, anak yatim, dhuafa, dan janda-janda tua,” ungkap Nessy Kalviya.

Salah satu guru ngaji di Kampung Dono Arum Edi Gunawan mengatakan saat Mustafa menjabat guru ngaji di Kecamatan Seputih Agung merasa dimuliakan. Selain diberikan motivasi untuk selalu mangajarkan anak-anak kebaikan, para guru ngaji juga diberikan insentif.

Meskipun guru ngaji tetap mengajar walaupun tidak dibayar. Namun para guru ngaji sangat menghargai insentif yang diberikan pemerintah.

“Kami guru ngaji pernah merasakan kebaikan bapak Mustafa, kami merasa dimuliakan, diberi motivasi untuk selalu mengajar anak anak, dan diberikan insentif. Kami tetap mengajar setiap ba’da ashar dan magrib meskipun tidak dibayar. Tetapi diberi penghargaan oleh pemerintah berupa insentif, sangat kami hargai,” kata Edi Gunawan.
(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here