WARTANEWS.NET, Bandarlampung – Warga RT. 032 LK. II Kampung Sawah Waylunik, Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung, keluhakan debu dan kebisingan PT. Semen Baturaja, yang selama ini tidak pernah peduli dengan kesehatan masyarakat disekitar pabrik.

Menurut warga, perusahaan plat merah tersebut tidak pernah mau tau akan keluhan dan aspirasi masyarakat sejak dua tahun terakhir ini. Mereka mengaku hanya dikasih debu dan kebisingan.

” Ya, kami yang ada di ring satu ini hanya kebagian debu dan suara bising,” ungkap Agusman yang juga Ketua RT 032.

“Siang tadi kami berempat mewakili ratusan warga Kampung Sawah menemui kepala pabrik Kristan Teguh. Dalam pertemuan itu mereka menyampaikan beberapa persoalan diantaranya, kondisi drainase yang melewati lingkungan pabrik terjadi pendangkalan, sehingga jika hujan tiba terjadi banjir, dan bila sedang ber-produksi, debu semen banyak masuk ke rumah warga,” lanjut Agusman.

Atas kondisi itu, Agusman menyampaikan kepada kepala pabrik untuk melakukan normalisasi drainase, dan berharap ada semacam kompensasi dari Perusahaan kepada warga yang ada di ring satu berupa aliran Corporate Social Responsibility (CSR).

“Jujur, sejak dua tahun terakhir ini pihak perusahaan sedikitpun tidak menunjukan rasa peduli terhadap lingkungannya,” keluh warga yang disampaikan Agusman.

Dalam pertemuan tersebut, Kristan Teguh mengakui bahwa sejak dirinya menjabat sebagai kepala pabrik, dua tahun berjalan memang tidak pernah mengeluarkan bantuan apa pun kepada warga yang ada di lingkungan pabrik.

Usai melakukan pertemuan dengan kepala pabrik, perwakilan warga Kampung Sawah mengadu dan menceritakan kejadian tersebut kepada sejumlah wartawan yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Panjang.

Hingga berita ini diturunkan tim media KJP belum berhasil mengkonfirmasi pihak pabrik PT. Semen Baturaja. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here